September 26, 2022

Presiden Biden menandatangani CHIPS dan Science Act bipartisan menjadi undang-undang sebelumnya hari ini, membuka jalan bagi AS untuk mengambil peran global yang lebih besar dalam manufaktur semikonduktor setelah bertahun-tahun masalah rantai pasokan dan ketergantungan besar pada impor asing. Menurut ikhtisar Gedung Putih, pemerintah menjanjikan $ 52,7 miliar bersama kontribusi bisnis swasta sendiri menambahkan hingga gabungan $ 150 miliar dalam pendanaan yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas manufaktur baru, peluang kerja, dan penelitian dan pengembangan.

“Amerika menemukan semikonduktor, tetapi hari ini memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan dunia—dan tidak ada chip yang paling canggih,” kata pemerintahan Biden dalam pernyataannya.

Meskipun sebagian besar manufaktur chip kemungkinan akan tetap berada di Asia Timur, bahkan meningkatkan produksi AS beberapa poin persentase dapat berdampak nyata pada ekonomi global. “Filosofi yang mendasari Chip Act adalah untuk memastikan keseimbangan—menyeimbangkan risiko, menyeimbangkan keamanan nasional, menyeimbangkan ekonomi, dan semoga mencoba menghasilkan sistem yang lebih masuk akal untuk bisnis elektronik dunia,” David Yoffie, profesor administrasi bisnis internasional di Sekolah Bisnis Harvard, memberi tahu Ilmu pengetahuan populer minggu lalu.

[ Related: “Can the Chips and Science Act help the US avoid more shortages?“ ]

Produsen microchip sudah mengantri untuk memanfaatkan investasi yang akan datang—Micron mengumumkan rencana untuk menciptakan hingga 40.000 pekerjaan baru di bidang konstruksi dan manufaktur selama beberapa tahun ke depan, sementara Qualcomm dan GlobalFoundries bekerja sama untuk memperluas fasilitas di bagian utara New York. . Qualcomm, pada bagiannya, berencana untuk meningkatkan output semikonduktornya sendiri hingga 50 persen selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, rencana Amerika Serikat untuk tiga produsen chip terbesar di dunia didukung sebagian berkat UU CHIPS. TSMC, pemasok chip utama untuk Apple, hampir selesai dibangun di lokasi pabrik di Arizona, sementara Intel bergerak maju dengan dua pusat manufaktur baru di Ohio. Samsung, pada bagiannya, juga sedang dalam proses membangun pabrik besar-besaran di Texas yang pertama kali diumumkan tahun lalu.

See also  Bagaimana militer mempersiapkan transisi 5G

[ Related: “The Inflation Reduction Act and CHIPS could kick US climate policy back into action“ ]

Selain meredakan sakit kepala konsumen dan bisnis, CHIPS dan Science Act akan memiliki pengaruh besar yang sangat dibutuhkan dalam pertempuran perubahan iklim yang mengerikan di negara itu. Kemajuan teknologi di masa depan yang dicapai berkat tambahan investasi $200 miliar dari peta jalan baru dalam penelitian ilmiah akan mempengaruhi segalanya mulai dari kecerdasan buatan hingga kemajuan fusi nuklir—keduanya dapat menjadi kunci dalam memerangi krisis yang sedang berlangsung.